Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membaca Medsos Tanpa Isinya

Membaca Medsos Tanpa Isinya

Ada saudara saya bertanya kepada saya mengenai beberapa postingan dari akun medsos milik kawannya yang berisi share pemberitaan dari dari situs portal berita yang ngawur dan tidak jelas. Mungkin saudara saya itu menganggap saya mengerti isu-isu yang bersifat nasional dan global, jadi buru-buru ia konfirmasi ke saya. 

Ya, saya cuma tersenyum-senyum saja. Lha, saya tidak ngerti apa-apa. Dikiranya saya diam dengan muka serius ini sedang mikirin kondisi negara. Padahal tidak. Otak saya saat ini sedang penuh dengan pikiran dagangan yang makin hari makin sepi peminat. 

Tapi supaya dia tidak kecewa kemudian sebisanya saya jelaskan sedikit tentang menjamurnya media massa (perusahaan pers) pascareformasi. Salah satu penyebabnya karena memang pendirian perusahaan pers diberikan kemudahaan untuk tumbuh. Temanya saat itu adalah keterbukaan informasi dan kemerdekaan berpendapat. Namun sangat disayangkan pertumbuhan kebebasan pers ini tidak didukung oleh sumber daya yang mumpuni. Akibatnya, informasi sangat mudah diproduksi tanpa akurasi. 

Kemudian, juga banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terjun ke dalam kancah ini. Dampaknya, informasi jadi semakin seliweran tidak karuan. Mengajukan dan membungkus opini sebagai informasi. Istilahnya, framing (dalam pengertian yang negatif) untuk kepentingan orang seorang atau kelompok. Hal ini yang perlu kita waspadai. 

Medsos jadi salah satu ladang subur penyebarannya. Dan ini sangat massive, jadi agak sulit dikendalikan. Atau mungkin pihak berwenang yang belum serius mengendalikannya, aku gak eruh. Mungkin hanya rumput bergoyang yang tahu. 

Makanya kita sebagai pembaca (konsumen) harus pintar memilih mana media yg benar-benar valid infonya. Harap selalu ingat prinsip imparsialitas dalam jurnalisme. Tidak berat sebelah, dan juga objektif, netral, berimbang, dan adil dalam hal pemberitaan. 

Ada media yang memang sengaja diciptakan untuk memojokkan umat agama tertentu, ras tertentu, kelompok tertentu, dan pemerintah. Kreatornya juga bisa siapa saja. Bisa satu atau lebih orang. Yang jelas kepentingannya memang sengaja membuat benang kusut. Sengaja menciptakan kekisruhan dan adu domba.  

Membaca Medsos Tanpa Isinya
img/tempo.co

Untuk kepentingan mencari data, carilah pada website resmi yang data (beritanya) bisa dipertanggungjawabkan. Dan jangan mudah menerima informasi tanpa cross check dulu dari sumber lainnya. Sekelas wikipedia yang terkenal lengkap itu saja tidak bisa dipakai sebagai referensi bagi penulisan karya tulis ilmiah. 

Kembali lagi, dijaman internet seperti ini kita dituntut tangguh dan tidak mudah terseret kemana-mana. Perkaya diri dengan informasi dan pengetahuan dari berbagai macam sudut pandang. Jangan mudah mengambil kesimpulan tanpa kita mengerti kebenarannya. Kita harus jujur dengan kapasitas ilmu dan pengetahuan yang kita miliki. Jangan mudah keminter dan minteri orang lain. 

Diakhirnya, saya berpesan kepada saudara saya itu, "Sudah, tidak usah banyak main medsos, biar pikiranmu tidak capek ngawang kemana-mana. Mending bantu saya nanam jahe saja. Nantinya bisa kita buat minuman anget-anget." 

— Sandy

Posting Komentar untuk "Membaca Medsos Tanpa Isinya"