Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mainan Anak yang Cocok Bagi Balita Usia 2 - 5 tahun

 Mainan Anak yang Cocok Bagi Balita

Mainan Anak yang Cocok Bagi Balita - Salah satu prinsip pola dasar pengasuhan anak yang harus dilakukan orangtua adalah melalui kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan menyenangkan tersebut berupa kegiatan bermain. Hal seperti ini difungsikan untuk membentuk sifat dan karakter anak.

Mainan Anak yang Cocok Bagi Balita Usia 2 - 5 tahun
Mainan anak balita usia 2 - 5 tahun. www.ariosandy.my.id 

Namun demikian, tidak semua jenis mainan anak memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai mainan anak untuk balita usia 2-5 tahun, mengingat masih sangat sering kita jumpai jenis mainan anak yang berpotensi menimbulkan risiko berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan anak. 

Untuk memperkecil risiko terjadinya kemungkinan buruk tersebut, sebaiknya kamu sebagai orangtua mengetahui mainan anak yang cocok bagi balita 2-5 tahun, serta jenis mainan anak yang perlu diwaspadai dan dihindari.

Mainan anak yang harus diwaspadai dan dihindari

Mengingat kita sebagai orangtua yang tidak bisa sepenuhnya memperhatikan aktivitas anak saat bermain, maka ada baiknya yang dilakukan diawal adalah memilih mainan anak yang cocok dan tentunya aman bagi anak balita. Jangan hanya berpikir untuk mencari mainan anak murah tanpa memperhitungkan hal yang lebih besar, seperti keselamatan anak. Atau, jangan juga mudah tergoda akan rekomendasi mainan anak terbaru dan terlaris yang kamu dapat dari google misalnya. Hal yang utama adalah keamanan dan keselamatan anak.

Usia balita merupakan usia dimana si kecil sedang aktif-aktifnya, ingin tahu tentang banyak hal baru, dan ingin bereksplorasi dengan banyak hal. Tentu saja mainan yang tepat dan aman akan sangat membantu orang tua untuk tidak merasa terlalu khawatir akan kecelakaan yang bisa menimpa si kecil ketika sedang bermain. 

Agar kamu dapat merasa tenang ketika si kecil bermain dengan mainannya, kamu bisa menghindari jenis mainan berikut.

Berikut ini beberapa contoh mainan anak balita 2-5 tahun yang perlu diwaspadai dan dihindari.

Mainan dengan ujung runcing, bertali panjang dan elektrik

Saat ini, kita dapat menemukan bermacam-macam mainan berujung runcing untuk anak usia 4 tahun di pasaran. Sebaiknya hindari mainan yang berujung runcing meskipun terbuat dari plastik atau kayu karena mainan tersebut bisa saja melukai si kecil atau orang lain di sekitarnya. 

Sebagai contoh bila kamu ingin membelikan mainan anak berupa mobil-mobilan pilih jenis mobil-mobilan yang tidak terbuat dari logam. Perhatikan juga bagian-bagian dari permainan mobil-mobilan yang berpotensi menimbulkan luka terbuka pada permukaan kulit, misalnya bagian pintu mobil mainan yang dibiarkan menganga tanpa pelindung, sedangkan finishing mainan logam ini masih kasar dan menyisakan bagian logam yang tajam.

Amankan mainan jika dilengkapi dengan tali yang cukup panjang. Lepaskan dan simpan tali tersebut sebelum si kecil bermain agar tidak terjadi kemungkinan tercekik. 

Jenis-jenis mainan elektrik juga mainan yang sebaiknya dihindari dari anak usia balita  karena akan menimbulkan kemungkinan meledak, terbakar, atau bahaya lain bagi si kecil.

Bentuknya Kecil dan berwarna.

Di usia balita, kamu tentu ingin memberikan mainan terbaik bagi si kecil, yaitu mainan yang menyenangkan sekaligus melatih kecerdasan dan kemampuan motorik si kecil. Tapi, kamu harus lebih jeli lagi dalam memilih mainan sebelum membelinya karena ada banyak mainan anak di pasaran yang mengandung zat-zat beracun. Harga yang mahal belum tentu berkualitas dan aman bagi si kecil, kamu harus pastikan bahan, pewarna dan zat lain yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu dengan membaca label di kemasan mainan.

Balita memang terkenal senang memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya, sehingga hindari memberikan mainan yang berukuran kecil dan berwarna menarik, misalnya gundu atau kelereng, lilin parafin atau permainan puzzle yang terlalu kecil. Bagian-bagian yang kecil dari permainan ini berisiko tertelan anak balita.

Bahan kimia.

Beberapa mainan anak-anak yang terbuat dari plastik dan diimpor dari negara tertentu ternyata memiliki kandungan senyawa formalin yang dapat memicu kanker, padahal balita senang sekali memasukkan semua jenis barang ke mulutnya.

Balok kayu dengan cat mungkin mengandung zat beracun dan berbahaya. Jangan memilih mainan balok kayu apabila catnya terlihat mudah mengelupas ataupun berbau menyengat. Zat dan pewarna beracun juga sering ditemukan pada pensil warna atau crayon. Teliti kualitas dan bahan pembuat pensil warna atau crayon tersebut sebelum kamu membelinya untuk si kecil yang sudah mulai suka menggambar dan mewarnai.

Plastisin.

Jenis permainan ini memang dapat digunakan untuk melatih motorik halus dan kognitif balita ketika digunakan untuk membuat berbagai macam bentuk. Namun, plastisin terbuat dari bahan kimia yang rawan tertelan karena sifatnya yang lunak dan berbau harum.

Selain itu, kamu juga harus teliti ketika akan membeli lilin mainan. Lilin mainan ini sekarang dikenal dengan mainan anak slime atau magic sand. Berdasarkan hasil investigasi beberapa pihak, lilin mainan di pasaran banyak yang mengandung zat dan pewarna beracun. Dan masih ada banyak lagi mainan balita yang terlihat edukatif tapi ternyata mengandung zat-zat berbahaya yang seharusnya diteliti sebelum dibeli.

Pistol pegas.

Belakangan ini marak sekali penjualan mainan pistol pegas yang dapat diisi peluru berbentuk pelor kecil terbuat dari plastik. Walaupun peluru pistol pegas terbuat dari plastik, namun apabila ditembakkan ke arah mata akan dapat melukai bahkan menyebabkan kebutaan.


Beberapa contoh jenis mainan anak balita 2-5 tahun yang perlu diwaspadai dan dihindari di atas hendaknya diperhatikan dengan benar oleh orangtua ketika hendak membelikannya. Tidak kalah penting, orangtua harus turut mengawasi polah tingkah anak ketika sedang bermain. Segera ambil tindakan apabila permainan yang dimainkan rawan menyebabkan luka terbuka. 

Mainan online untuk balita 2-5 tahun

Seiring berkembangnya teknologi, sekarang makin banyak mainan online untuk media pembelajaran balita. Berkat hasil karya programer Indonesia inilah sekarang mainan online balita tersebut disajikan dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan kultur Indonesia sehingga menarik dan mudah dipahami.

Apa saja mainan online balita 2-5 tahun?

Berbeda dengan mainan online orang dewasa, mainan online balita sangatlah sederhana. Berisi pesan edukatif, mempunyai tampilan interaktif dan tidak mengandung unsur kekerasan. Ada banyak sekali jenis-jenis mainan online balita. Namun secara garis besar mainan online balita dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :

Mainan online mengenal huruf.

Bagi balita, belajar mengenal huruf melalui mainan online cukup mengasyikkan. Ada animasi huruf berputar-putar, puzzle huruf, memori huruf, mencocokkan huruf sesuai dengan gambar, mencocokkan huruf sesuai dengan suara dan lain sebagainya.

Contoh permainan online mengenal huruf: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bamboocannonstudio.gameanakedukasihuruf&hl=in&gl=US

Mainan online mengenal angka.

Selain huruf, mainan online lainnya yaitu mengenal angka. Mainan ini juga ada beberapa macam. Ada animasi angka, berhitung sederhana dari 1-10, puzze angka, tebak angka dan lain sebagainya.

Contoh permainan online mengenal angka: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.belajarku.bermainangka&hl=in&gl=US

Mainan online mengenal warna.

Sejak kecil balita suka mencoret-coret di dinding rumah. Nah melalui mainan online ini kini balita kamu akan diajarkan bagaimana cara mewarnai gambar yang baik.

Contoh mainan online anak mengenal warna: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.solitekids.secilwarna&hl=in&gl=US

Mainan online mengenal bentuk/pola.

Melalui mainan online ini balita akan diajak mengenal berbagai macam bentuk atau pola benda-benda di sekitarnya. Misal telur mempunyai bentuk bulat, buku mempunyai bentuk persegi/kotak. Mainan ini meliputi puzzle bentuk, mencocokkan bayangan, tebak suara binatang dan lain sebagainya.

Contoh mainan anak online mengenal bentuk: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.belajarku.belajarbentuk&hl=in&gl=US


Dengan memainkan keempat kelompok mainan anak online tersebut diharapkan balita akan semakin senang belajar dan mampu mengenal sesuatu di sekitarnya. Alhasil ketika balita akan beranjak ke taman kanan-kanak dan sekolah dasar, maka ia tak canggung lagi dalam belajar menulis, membaca, dan menggambar.

Usia balita antara 2-5 tahun merupakan saat yang tepat untuk belajar sambil bermain mengenali sesuatu di sekelilingnya. Karena pada usia tersebut balita mempunyai daya ingat yang tajam dan mampu menyimpan hal-hal baru yang diperolehnya. Oleh karena itu, jangan biarkan balita menonton tv sendiri atau melakukan aktivitas lainnya yang kurang cocok dengan usia balita. Lebih baik ajaklah balita kamu bermain mainan online ketika kamu senggang sehingga selain dapat mengajarkan ilmu kepada buah hati juga dapat mendekatkan kamu dengan buah hati. 

Apa saja mainan yang dianjurkan untuk anak balita?

Setelah anak menginjak usia akhir balita, anak mulai menyukai permainan yang cukup kompleks dan membutuhkan konsentrasi. Selain itu permainan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan gerak tubuh sangat mereka senangi. Tak heran jika mainan yang dianjurkan untuk anak seusia itu pada umumnya dapat merangsang kecerdasan otaknya, meningkatkan daya kreativitas dan imajinasinya.

Beberapa mainan yang dianjurkan untuk anak balita antara lain:

Sepeda kecil.

Di usia akhir balita, anak sudah tidak lagi membutuhkan sepeda roda tiga melainkan sepeda kecil yang pada kanan kiri roda belakang diberi roda kecil sebagai penyangga. Dengan mainan sepeda kecil, anak akan terlatih daya keseimbangannya. Jika anak sudah mahir dalam mengayuh sepeda dan pkamui menjaga keseimbangan, lepaslah roda kecil penyangga roda belakang. Mulailah dari melepas roda sebelah kanan. Kemudian jika anak tidak jatuh selama bermain baru dilepas roda kecil sebelah kiri.

Ular tangga.

Meskipun mainan anak ini terhitung berharga murah, namun peranannya sebagai media pembelajaran tidak dapat dipandang sebelah mata. Permainan ular tangga membutuhkan daya imajinasi dan perhitungan serta dapat mempertajam kemampuan visualisasi dan memori anak. Permainan yang sejenis dengan ular tangga adalah monopoli. Permainan ini cukup populer di era tahun 1990-an. 

Menggambar.

Jika di usia 2 tahun anak sekedar suka mencorat-coret, maka di usia 4 atau 5 ahun anak sudah mulai dapat menggambar objek di sekelilingnya. Misal menggambar pemandangan alam. Ajarkan kepada anak bagaimana memulai menggambar yang benar. Agar anak pandai mewarnai, kenalkan warna-warna yang terdapat dalam objek gambar. Misal gambar gunung diberi warna biru, rambut diberi warna hitam dan seterusnya.

Boneka barbie. 

Anak perempuan umumnya menyukai boneka yang dapat dikostumisasi sendiri. Salah satu jenis permainannya yaitu boneka barbie. Mainan perempuan ini dapat diganti-ganti bajunya, warna cat rambut dan penggunaan aksesoris pendukung. Bermain dengan boneka barbie ternyata dapat meningkatkan daya imajinasi anak. Selain itu anak akan belajar cara memadupadankan warna pakaian dengan aksesoris pendukung seperti tas misalnya.

Mainan anak aquadoodle

Kemudian sebagai tambahan alternatif mainan, kamu bisa mengenalkannya dengan mainan anak aquadoodle.

Mungkin banyak orang tua yang belum memahami apa itu mainan anak aquadoodle. Mainan aquadoodle adalah sejenis mainan edukatif untuk balita usia 2-5 tahun yang cocok dimainkan tanpa perlu memperhatikan jenis kelamin atau beda gender. 

Mainan anak ini berbentuk seperti alat tulis, baik pensil ataupun bolpoint yang bisa diisi dengan air. Tidak hanya berwarna bening, namun pada setiap alat tulis juga telah dilengkapi dengan zat pewarna yang aman digunakan, sehingga balita tidak akan mudah jenuh dalam memainkannya. Ukuran dan bentuknya tidak terlalu kecil ataupun besar dan disesuaikan dengan ukuran genggaman tangan mungil balita yang sedang berkembang. 

Apa saja kegunaan dan manfaat mainan anak aquadoodle ini?

Berikut beberapa kegunaan dan manfaat mainan anak aquadoodle, yaitu:

Motorik kasar. 

Balita akan belajar melatih kemampuan motorik kasarnya dalam menggenggam ataupun menggambarkan aneka bentuk garis ataupun lengkung. Dengan aneka macam warna yang dapat dipilih, balita bisa juga belajar memberikan warna tertentu dalam setiap aneka bentuk bangun datar yang tersedia.

Kognitif. 

Kecerdasan kognitif balita akan dapat distimulasikan dengan memahami dengan benar aneka jenis dan macam warna yang tersedia. Menurut jurnal penelitian yang pernah dipublikasikan, dikatakan bahwa kecerdasan kognitif balita akan mudah berkembang melalui stimulasi musik dan warna yang dilakukan secara sistemik. Kecerdasan yang bisa dikembangkan antara lain pengenalan bentuk, huruf dan angka. 

Keterampilan. 

Bosan dengan warna yang itu-itu saja? Dengan menggabungkan beberapa jenis warna, balita akan belajar mengembangkan keterampilannya dalam pemilihan gradasi warna yang dianggap paling ideal. Belum lagi keterampilan untuk merangkaikan huruf ataupun mengurutkan abjad yang bisa dilatih menggunakan mat atau alas dengan sistem jiplak.

Imajinasi. 

Bebas mencorat-coret apapun dalam bidang gambar merupakan salah satu bentuk penggambaran daya imajinasi balita terhadap suatu obyek benda yang pernah dilihatnya, demikian dikatakan oleh salah seorang psikolog anak terkemuka. Hanya saja karena kemampuan motorik halus dan kasarnya masih terbatas, bagi orangtua seringkali yang terlihat hanyalah coretan tanpa makna.


Begitu banyaknya kegunaan dan manfaat mainan anak aquadoodle bagi balita, maka ada baiknya apabila orangtua mencoba membelikan mainan ini sebagai salah satu alternatif mainan edukatif. Tapi harus selalu diingat, jangan membiarkan anak bermain sendirian. Selalu dampingi dan awasi anak saat mereka sibuk bermain. Jangan sampai mainan anak justru malah menjadi sesuatu yang dapat membahayakan mereka.


Berdasarkan beberapa contoh mainan anak balita di atas, dapat disimpulkan bahwa pemilihan mainan yang sesuai dengan kelompok usia sang anak dapat merangsang perkembangan dan kecerdasan anak serta memberikan rasa aman.

Sebagai tambahan, selalu awasi dan waspadai segala gerak gerik anak saat mereka bermain. Laungkan waktu untuk selalu bermain dengan mendampingi dan berinteraksi dengan mereka. Selain kamu dapat memastikan keamanan kondisi anak, kamu juga dapat semakin mempererat bonding antara orangtua dan anak.

Semoga bermanfaat. 

Posting Komentar untuk "Mainan Anak yang Cocok Bagi Balita Usia 2 - 5 tahun"