Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya

Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya

Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya - Bila anjing kesayangan sedang terserang penyakit pastinya akan sangat membuat kita sebagai partnernya bersedih. Tingkah polahnya yang lucu dan aktif juga pasti akan berubah jadi tanpa gairah, bahkan lebih parah. 

Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya

Nah, beberapa jenis penyakit pada anjing yang perlu diwaspadai bagi kamu yang sedang memeliharanya di rumah akan disampaikan pada artikel ini. Simak terus ya, jangan sampai dilewatkan.

Gangguan dan Penyakit Anjing 

Jenis penyakit anjing Parvovirus 

Penyakit anjing Parvovirus
Penyakit anjing Parvovirus. img/mowbrayvet.com.au

Ada berbagai macam jenis penyakit yang mungkin terjadi pada anjing kesayangan kita. Parvovirus merupakan salah satu penyakit anjing yang terbilang cukup berbahaya. Penyakit ini terjadi akibat infeksi oleh canine parvovirus tipe 2. 

Sakit parvovirus kebanyakan menyerang anjing pada usia muda dalam kisaran usia hingga 16 minggu. Meskipun semua ras anjing beresiko terserang penyakit anjing ini namun ada beberapa ras yang tergolong rentan terhadap parvovirus. Ras-ras tersebut meliputi Rottweiler, Dobermann, Golden Retriever dan Labrador Retriever.

Ciri penyakit anjing Parvovirus

Sebagai penyakit anjing yang tergolong berbahaya maka para pemilik anjing hendaknya waspada terhadap gejala yang dimilikinya. Ciri-ciri penyakit parvovirus antara lain muntah dan diare berdarah yang terjadi dalam frekuensi yang berulang-ulang. Ciri ini masih ditambah dengan menurunnya nafsu makan, demam, dan lesu. Bila hal ini tidak segera diwaspadai maka anjing akan mengalami penurunan berat badan. Hal ini kemudian akan diikuti dengan gejala dehidrasi dan berakhir pada kematian.

Penyakit anjing yang disebut dengan parvovirus ini juga bisa dideteksi dengan melakukan pengamatan terhadap feses anjing. Pengamatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi terhadap penyakit yang bisa menular melalui feses anjing sakit. Feses anjing yang sakit kemudian terbawa dan kemungkinan besar menjadi penyebar penyakit anjing ini melalui lalat, baju, ataupun sepatu.

Pencegahan penyakit anjing Parvovirus

Sakit parvovirus tergolong dalam penyakit anjing yang tidak dapat diobati sehingga vaksinasi menjadi jalan yang terbaik. Vaksinasi sebaiknya dilakukan saat anak anjing berusia 6 minggu dan terus dilakukan secara berulang. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat umur anjing yang masih muda menyebabkan daya tahan tubuhnya rentan untuk terserang sakit parvovirus. Pencegahan penyakit anjing ini juga bisa dilakukan dengan pemberian nutrisi yang lengkap dan multivitamin.

Selain vaksinasi, terapi juga bisa diterapkan pada anjing penderita sakit parvovirus. Anjing yang memiliki ciri-ciri penyakit parvovirus bisa mendapatkan terapi simtomatis dan suportif. Terapi ini juga harus didukung dengan pemberian antibiotik, obat anti muntah, dan juga vitamin. Diatas semuanya, kebersihan tempat tinggal anjing juga harus selalu terjaga.

Jenis Penyakit Anjing Cacingan

Penyakit anjing cacingan. img/animalwised.com
Penyakit anjing cacingan. img/animalwised.com

Penyakit anjing cacingan memang menjadi masalah yang sering dialami. Cacing pada anjing biasanya berjenis cacing gelang dan cacing pita. Cacing pada anjing merupakan parasit yang dapat sangat berbahaya jika tidak segera dibasmi. Cacing pada anjing merusak jaringan pencernaan dan juga organ-organ penting seperti paru-paru, hati maupun jantung. Oleh sebab itu, begitu anjing kamu terkena gejala cacingan, segera berikan obat cacing anjing.

Ciri-ciri anjing cacingan

Ciri-ciri anjing cacingan adalah sering muntah-muntah, terkadang di muntahannya terlihat ada cacing, begitu pula juga dengan kotorannya, sering juga terlihat adanya cacing. Selain itu, anjing cacingan biasanya sulit untuk tumbuh besar, sulit untuk menjadi gemuk dan tinggi. Anjing cacingan terkadang suka mengeluarkan kotoran yang mengandung darah, mencret, serta badannya terlihat malas dan lemas.

Mengobati anjing cacingan

Cacing pada anjing dapat diatasi dengan memberikan obat cacing anjing secara rutin. Memberikan obat cacing anjing dapat dilakukan sejak anjing masih berusia 2 minggu. Pemberian obat cacing anjing diulang setelah 1 minggu dan kemudian dilakukan 2 minggu sekali hingga anjing berusia 6 bulan. Selama periode ini, berikan obat cacing anjing selama 2 hari berturut-turut. 

Setelah anjing berusia 6 bulan, pemberian obat dilakukan setiap bulan selama 1 hari saja. Pemberian obat cacing anjing secara rutin dapat mencegah cacing anjing berkembang biak. Telur cacing pada anjing sulit dibasmi, yang bisa dibasmi dengan obat cacing adalah cacing itu sendiri. Oleh sebab itu, dengan pemberian obat cacing yang sering, diharapkan telur yang telah menetas menjadi anakan cacing dapat ikut terbasmi.

Obat cacing anjing dapat dibeli di pasaran. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan resep yang tepat. Kamu juga bisa menggunakan obat cacing manusia namun dengan dosis yang lebih rendah untuk anjing kamu. Penentuan dosis obat cacing anjing berbanding lurus dengan berat badannya.

Selain pemberian obat cacing, mencegah cacing anjing dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan anjing. Makanan dan minuman serta kkamung anjing harus bersih dan terawat. Begitu pula dengan kebersihan anjing itu sendiri, harus rutin dimandikan. Dengan lingkungan yang lebih bersih, maka anjing cacingan dapat dicegah.

Gangguan nafsu makan pada anjing

Gangguan nafsu makan pada anjing
Gangguan nafsu makan pada anjing. img/petmd.com

Nafsu makan yang menurun pada anjing peliharaan adalah hal yang sangat membuat hati gusar. Anjing yang kehilangan nafsu makan akan memperlihatkan perilaku yang tidak aktif dan tampak lemas. Anjing juga tidak akan merespon komunikasi dari kamu sebagai partnernya. Gangguan hilangnya nafsu makan ini akan berakibat fatal jika tidak segera dicarikan jalan keluarnya.

Beberapa hal penyebab berkurangnya nafsu makan pada anjing antara lain :

Gangguan Fisik. 

Biasanya nafsu makan pada anjing menurun karena gangguan fisik misalnya mengalami sakit pencernaan seperti gangguan usus. Bakteri, virus, dan cacing sering menjadi musuh pencernaan sehingga merusak pencernaan si anjing. Hal tersebut tentu tidak nyaman sehingga anjing lemas karena fungsi pencernaan tidak berfungsi dengan baik secara otomatis si anjing merasa mual dan malas makan.

Sakit Gigi juga bisa menghilangkan nafsu makan pada anjing karena kesulitan dalam mengunyah. Kamu tentu terkejut bila tiba-tiba anjing kesayangan kamu muntah, tampak lesu dan tidak bergairah. Jangan sembarangan memberikan makanan baru pada anjing kesayanganmu karena mungkin saja si anjing tidak menyukainya, bahkan bisa jadi makanan anjing tersebut tidak cocok dengannya. 

Saat usia anjing sudah mulai tua maka daya penciumannya akan menurun sehingga dia tidak bisa secara baik mencium aroma lezat dari makanan dan mempengaruhi nafsu makan pada anjing. Untuk merangsang nafsu makan si anjing kamu bisa menambahkan kuah daging pada makanannya.

Gangguan Non Fisik. 

Para pencinta binatang khususnya anjing pasti sangat paham dengan binatang peliharaannya. Selain pintar anjing merupakan salah satu binatang yang sangat bersahabat dengan manusia. Hingga tak heran kalau anjing juga memiliki daya respon tinggi terhadap sesuatu yang disukai atau tidak disukai. 

Seakan punya sensor terhadap sesuatu, anjing bisa membedakan seseorang yang berniat baik atau jahat terhadap tuannya. Maka jangan heran jika tiba-tiba anjing tidak nafsu makan ketika ada orang anggota baru di lingkungannya. Hal ini bisa saja merupakan bentuk protes yang membuat si anjing stres dengan kondisi tersebut. 

Maka pahami hal tersebut sebelum anjing lemas dan akhirnya sakit parah. Hal ini juga terjadi ketika si anjing mulai beradaptasi di lingkungan baru, nafsu makannya akan menurun.

Cara memilih dokter hewan yang bagus

Cara memilih dokter hewan yang bagus
Cara memilih dokter hewan yang bagus. img/dailymail.uk

Cara memilih dokter hewan yang bagus adalah tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Keahlian dokter hewan yang lebih fokus dan spesifik pada hewan tertentu akan lebih baik karena hal tersebut memiliki arti bahwa sang dokter mempunyai ekspertis dan pemahaman mendalam terhadap penyakit hewan tertentu.

Hal terpenting yang wajib diperhatikan ketika memilih dokter hewan adalah memperhatikan lisensi atau perizinan praktik dokter hewan tersebut. Tanpa izin dokter hewan, kemampuan seorang dokter hewan perlu diragukan. Jangan sampai kamu menyerahkan pengobatan hewan peliharaanmu bukan di tangan yang berpengalaman. 

Selanjutnya, setelah mendapatkan izin praktik yang sah, amati klinik hewan tempat praktik dokter tersebut. Perhatikan fasilitas medis yang digunakan, apakah peralatan yang tersedia cukup menunjang proses perawatan atau pengobatan hewan yang dilakukan? Kalau kamu merasa yakin. Berarti kamu boleh menjatuhkan pilihan kepada dokter yang bersangkutan.

Selain faktor perizinan dan fasilitas klinik, cara dokter hewan menghadapi pasiennya juga perlu menjadi pertimbanganmu. Dokter hewan yang bagus, memiliki sifat yang friendly atau bersahabat dengan hewan, memahami dan menyayangi hewan dengan tulus. Biasanya dokter hewan yang memiliki sifat tersebut akan lebih baik mengambil tindakan pengobatan dibandingkan dokter yang kurang memiliki perhatian terhadap hewan.

Mintalah saran dari teman-teman dekatmu yang biasa menggunakan jasa dokter hewan atau yang biasa berkunjung ke klinik hewan. Dari situ kamu dapat memutuskan untuk memilih dokter hewan mana yang paling cocok dan bagus untuk hewan peliharaan kamu.


Sedikit ulasan tentang jenis penyakit anjing di atas hanya sedikit penyakit yang menyerang anjing kesayangan kita. Masih banyak penyakit anjing lainnya yang perlu diwaspadai. Pada kesempatan lain nanti akan coba kami ulas jenis penyakit anjing lainnya. 

Semoga artikel "Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya" barusan bisa memberi informasi bagi kamu semua pecinta anjing. Sebagai langkah pencegahan yang paling penting adalah imunisasi pada anjing, karena ada beberapa penyakit yang tidak bisa diobai dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi.

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Beberapa Jenis Penyakit Anjing dan Pencegahannya"