Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian: Jangan Sampai Lupa

Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian

Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian - Bepergian jauh, entah itu mudik, pulang kampung, atau travelling, sepertinya sudah menjadi keharusan dan kebutuhan sebagian besar masyarakat. Misal pada aktivitas kultural seperti mudik di hari raya idul fitri, hampir seluruh masyarakat muslim melakukannya. Tidak jarang proses mudik itu harus dibarengi dengan berbagai kendala yang tidak menyenangkan, entah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi atau (terlebih) yang memakai kendaraan umum.

Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian
Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian

Kendala tersebut sebagai contoh, terkena suatu penyakit ringan seperti masuk angin, diare, atau bahkan penyakit lamanya (yang berat) kambuh lagi. Sialnya, kebanyakan pemudik tidak menghiraukan hal tersebut. Oleh karena itu sangat bijaksana kalau perjalanan tersebut didukung dengan persediaan obat-obatan yang cukup.

Obat-obatan yang dibawa saat bepergian sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Risiko sakit keluarga muda dengan anak kecil tentunya berbeda dengan keluarga dewasa ataupun keluarga paruh baya. Meski begitu, pada dasarnya ada obat-obatan yang merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang.

Obat-obatan dasar diperlukan untuk mengatasi kecelakaan ringan (tersayat, jatuh, terkilir, terbakar, gigitan serangga) atau sebelum mendapat pengobatan lanjut. Juga keluhan-keluhan remeh tetapi cukup mengganggu seperti demam, sakit kepala, pilek, batuk, pegel otot. Atau, bahkan keluhan-keluhan yang membahayakan seperti diare dan juga kejang pada balita.

Selain obat-obatan dasar, diperlukan pula ketersediaan alat-alat kesehatan seperti pembalut, kapas, kassa, plester biasa/obat, maupun gunting. Kemudian baru ditambahkan obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu yang diderita anggota keluarga atau orang-orang yang direncanakan ikut dalam perjalanan tersebut. 

Obat rutin yang berdasarkan resep dokter penyediaannya sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter yang biasa menangani, karena termasuk obat keras. Lebih baik lagi membawa resep dari dokter yang bersangkutan, agar dalam keadaan darurat dokter setempat dapat segera mendeteksi penyakitnya dan menuliskan kembali obat-obatannya.

Supaya praktis, beli obat dalam kemasan-kemasan kecil agar mudah dalam penggunaan dan penyimpanannya. Perlu diingat, kadangkala ada obat yang tidak mudah dijumpai di daerah-daerah tertentu. 

Nah, apa saja obat-obatan dasar yang hendaknya dibawa? Obat-obatan dasar tersebut antara lain:

  1. Obat luka dan luka bakar.
    Bisa berupa obat merah sebagai antiseptik, kemudian salep atau perlu balsam untuk luka bakar ringan. Disarankan ketika kena musibah luka bakar ringan sebaiknya tindakan pertama yang dilakukan adalah pendinginan dengan es batu atau rendaman air dingin. Tujuannya untuk segera mendinginkan kulit yang panas dari luar agar tidak membakar jaringan lebih dalam.
  2. Obat pereda nyeri dan demam (analgesik dan antipiretik).
    Obat yang mengandung parasetamol atau asam asetilsilsilat. Bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya obat tetes untuk bayi, sirup untuk anak-anak, dan pil/tablet untuk orang dewasa. Jika demam sudah reda, penggunaan obat demam segera dihentikan. Begitu pula kalau penggunaan obat demam tidak menunjukkan tanda-tanda reda, apalagi setelah tiga hari, maka sebaiknya bawa ke tempat pengobatan terdekat.
  3. Obat flu.
    Obat ini merupakan obat kombinasi yang terdiri dari analgesik-antipiretik, zat pelega hidung, anti-alergi, bahkan obat batuk, dan lain-lainnya. Pilih yang komposisinya sederhana agar lebih bermanfaat.
  4. Obat batuk.
    Obat batuk yang termasuk obat dasar adalah obat batuk biasa. Bisa obat batuk hitam maupun obat batuk putih. Biasanya yang hitam untuk obat batuk biasa atau batuk berdahak, sedangkan yang putih untuk batuk karena alergi atau batuk kering. Jangan pilih obat batuk asma, karena asma tidak sama dengan batuk biasa.
  5. Obat gosok.
    Pilih yang sesuai dengan kebiasaan, bisa berupa minyak, krim, maupun balsam. Gunanya untuk menghangatkan atau mendinginkan tubuh selain dapat mengatasi gatal, sakit akibat gigitan serangga, ataupun sakit kembung.
  6. Garam oralit.
    Diperlukan untuk mengatasi diare anak-anak dan dewasa yang mengalami mencret-mencret. Sebenarnya diare merupakan cara tubuh mengeluarkan sesuatu yang tidak dapat diterima oleh usus. Sayangnya, orang sering lupa, jika mencret-mencret dan dalam keadaan lemas bukannya oralit yang diminum, tetapi obat diare. Seharusnya, biarkan saja kuman dikeluarkan dahulu dari tubuh, kemudian minum oralit untuk mengimbanginya agar tubuh tidak kekurangan cairan. Obat diare justru akan menahan cairan keluar padahal kuman-kumannya belum keluar semua.

Perlunya membawa obat keras saat bepergian

Obat-obatan yang termasuk dalam kategoti obat keras sebaiknya juga disediakan. Hanya saja penggunaannya perlu saran dari dokter. Obat-obatan ini seharusnya dibeli dengan resep dokter. Namun boleh dibeli bebas sepanjang jumlahnya terbatas dan penyerahannya di apotek disertai informasi dari apoteker atau asisten apoteker. Penggunaan obat-obat keras harus mengikuti aturan pakai secara benar. 

Yang termasuk obat keras diantaranya adalah obat saluran cerna (seperti obat maag, obat mules, obat mual dan kembung, obat radang usus, obat cacing), obat batuk asma, obat kulit, dan obat antialergi.

Selanjutnya bagi keluarga muda yang masih memiliki anak kecil di dalamnya, juga harus mempertimbangkan obat-obatan untuk si kecil.

Jangan lupa sediakan juga obat-obatan jenis tertentu, seperti:

  1. Bedak/talk.
    Digunakan untuk menghilangkan rasa gatal akibat biang keringat.
  2. Obat kejang demam.
    Disediakan bila balita pernah mengalami demam kejang. Bentuk obat, jenisnya, pemakaiannya, bahkan cara memperlakukan si sakit, harus konsultasi dengan dokter. Juga perhatikan cara penyimpanannya. Tindakan tersebut dilakukan bila keadaan benar-benar darurat, artinya bila jauh dari tempat pelayanan kesehatan.
  3. Adrenalin.
    Obat ini diperlukan bila anak sering mimisan. Digunakan dengan membubuhkannya ke dalam kapas dan disumbatkan ke lubang hidung yang berdarah. Bisa juga menggunakan daun sirih untuk menghentikan mimisan.
  4. Tablet atau obat hirup salbutamol.
    Obat ini diperlukan untuk penderita asma bronkiale. Takaran untuk anak berbeda dengan orang dewasa. Selain itu, pelajari cara penggunaannya.
  5. Tablet CTM dan tablet deksametasan.
    Dibutuhkan bila ada anggota keluarga yang menderita alergi makanan atau obat tertentu, semisal makan udang.

Obat-obatan keras sebenarnya tidak terlalu diperlukan bila anggota keluarga atau orang-orang yang mengikuti perjalanan tidak memiliki gangguan kesehatan khusus. Selama mereka memiliki kesehatan yang baik obat keras tidak terlalu jadi hal yang penting.

Lebih utama adalah menjaga selalu kesehatan, baik sebelum melakukan perjalanan atau saat sedang dalam perjalanan. Tidur dan makan yang cukup serta terjaga kebersihannya akan sangat membantu kesehatan. Berjaga-jaga dari kemungkinan cuaca buruk akan membuat perjalanan juga menjadi nyaman.


Nah, jadi tahu kan betapa pentingnya menyediakan obat seperti yang diulas pada artikel Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian di atas. Sekarang perjalanamu semakin terjaga dan siap dengan segala kendala kesehatannyanya. Selalu selamat dalam perjalanan ya gaes.

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Obat-obatan yang Dibawa Saat Bepergian: Jangan Sampai Lupa"